Anomali.id – Pembangunan rumah pemberian negara untuk Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin menjadi perbincangan hangat. Banyak yang menilai langkah ini tak elok, terutama saat masih banyak warga yang kesulitan memiliki rumah sederhana.
Airlangga Pribadi, pengajar Ilmu Politik Universitas Airlangga, pada Kamis 4 Juli 2024, menilai pengadaan rumah pensiun untuk Jokowi dan Ma’ruf Amin jauh sebelum masa tugas berakhir sangat tidak pantas. Dari sisi kepantasan sebagai negarawan, Airlangga menilai seharusnya Jokowi dan Ma’ruf menunggu sampai masa jabatan selesai. Diketahui, pengadaan lahan untuk rumah pensiun ini sudah dilakukan sejak 2022.
Menurut Airlangga, memulai pengadaan dan pembangunan rumah pensiun jauh sebelum masa jabatan berakhir memberi kesan bahwa kepentingan pribadi diutamakan ketimbang kepentingan publik. Sebagai negarawan dan figur teladan untuk seluruh bangsa, tentu diharapkan Presiden dan Wakil Presiden lebih mengutamakan urusan publik dibandingkan kepentingan sendiri dan keluarga.
Sementara itu, Feri Amsari, pengajar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Sumatera Barat, menilai pengadaan rumah pensiun bagi mantan presiden sah secara hukum. Kritik mengenai perlunya presiden memiliki rumah pensiun sebenarnya sudah cukup panjang, sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, ada dua perspektif terkait pemberian rumah kepada mantan presiden dan wapres.
Pertama, kenyataan bahwa rakyat umum tidak memperoleh keistimewaan itu dan masih kesulitan untuk sekadar memiliki rumah sederhana. Kedua, pengaturan pengadaan rumah pensiun presiden dan wapres lebih banyak menggunakan pengaturan internal istana ketimbang undang-undang yang dibuat DPR sebagai representasi kedaulatan rakyat.
Kondisi ini berbeda dengan yang dilakukan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, usai resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa 2 Juli 2024. Momen Mark Rutte berkantor di Toren The Haw, Belanda, untuk terakhir kalinya ramai diperbincangkan di media sosial. Rutte tampak meninggalkan kantor tanpa pengawalan dan memilih mengendarai sepedanya untuk pulang ke rumah.
Rutte, pria kelahiran Den Haag, dikenal sebagai politisi ulung dan rendah hati. Ia pernah naik sepeda saat ke Istana Kerajaan Belanda untuk menghadiri pertemuan dengan Raja Belanda. Fotonya saat itu pun viral. Dilansir dari Indian Express, Rutte memang penggemar berat sepeda dan sudah senang bersepeda sejak 2022. Jangan ketinggalan anomali terbaru! Ikuti update berita terkini di anomali.id ! Dapatkan informasi terpercaya dan terbaru setiap hari.


Tinggalkan Balasan