Medan, anomali.id – Kabupaten Mandailing Natal diguncang oleh insiden berbahaya saat gas beracun bocor dari uji sumur pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP). Pada Kamis, 22 Februari 2024, sekitar pukul 19:00 WIB, penduduk Desa Sibanggorjulu dan Sibanggortonga, yang berada di sekitar PLTP Sorik Marapi, mendapati bau busuk yang diduga kuat berasal dari kebocoran tersebut.
Menyadari bahaya, mereka segera dievakuasi ke rumah sakit setempat karena mengalami gejala keracunan gas beracun. Kapolres Mandailing Natal, AKBP Ari Sofanipalo, mengonfirmasi bahwa langkah evakuasi segera dilakukan untuk mengamankan warga yang terdampak.
Ari Sofanipalo menjelaskan bahwa PLTP Sorik Marapi sedang menjalankan prosedur uji sumur sejak pukul 09.30. Pihak perusahaan bahkan menerbangkan pesawat nirawak untuk memastikan tidak ada aktivitas masyarakat dalam radius 300 meter dari sumur uji. Namun, uji sumur tersebut menemui kendala saat bau gas beracun, mirip bau telur busuk, mulai tercium sekitar pukul 19.00 WIB.
Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, setidaknya sudah enam kali kebocoran gas beracun terjadi di PT SMGP. Insiden pertama terjadi pada 25 Januari 2021, yang menyebabkan lima orang meninggal dan 44 lainnya dirawat di rumah sakit.
Bupati Mandailing Natal, M. Jafar Sukhairi, menegaskan bahwa pihak Kementerian ESDM telah hadir di lokasi saat uji sumur dilakukan. Penyelidikan atas insiden ini diserahkan kepada kepolisian dan Kementerian ESDM.
Sukhairi juga telah meminta agar pengoperasian PLTP Sorik Marapi dievaluasi oleh pemerintah dan dihentikan sementara hingga penyelesaian komprehensif tentang penanganan kebocoran gas beracun ditemukan. Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten tidak memiliki kewenangan dalam pengawasan tersebut karena wewenangnya berada di Kementerian ESDM.
Insiden ini menyoroti pentingnya keselamatan masyarakat dan perlunya pengawasan ketat terhadap operasi industri yang berpotensi membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Semoga penyelidikan dapat memberikan kejelasan atas penyebab kebocoran gas beracun ini serta langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan..



Tinggalkan Balasan