Harga Beras Diprediksi Stabil pada April dan Mei 2024: Langkah Pemerintah untuk Menjaga Ketersediaan

26 February 2024 17:17 WIB
Polish_20240226_170943423

Jakarta, anomali.id – Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, mengumumkan bahwa harga beras baru diperkirakan akan stabil pada bulan April dan Mei 2024. Hal ini dipengaruhi oleh musim panen beras yang baru berlangsung pada bulan Maret 2024. Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras, pemerintah telah memutuskan untuk menambah kuota impor sebesar 1,6 juta ton, meningkatkan total kuota impor menjadi 3,6 juta ton.

Keputusan ini diharapkan dapat meredakan lonjakan harga beras yang signifikan belakangan ini. Dengan tambahan kuota impor tersebut, diharapkan pasokan beras akan lebih mencukupi, sehingga harga beras di pasaran dapat stabil.

Menteri Hasan juga menekankan pentingnya untuk mencari alternatif lain bagi masyarakat jika harga beras lokal terlalu mahal. Salah satu alternatif yang disarankan adalah menggunakan beras komersial, baik jenis bulog maupun SPP (Sembako Premium Peduli). Langkah ini diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap harga beras lokal yang belum stabil akibat belum mencapai puncak musim panen.

Langkah-langkah lain yang diambil oleh pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan menjaga harga beras antara lain adalah melalui program “Bulog Siaga”. Program ini merupakan kerjasama antara Bulog dan pemerintah daerah untuk menjual beras stabilisasi pasokan dan harga pangan langsung kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Adapun per 20 Februari 2024, Bulog menginisiasi program Bulog Siaga atau Siap Jaga Harga. Program ini merupakan kerja sama Bulog dengan pemerintah daerah untuk menjual beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPP) langsung kepada masyarakat. Beras berkemasan 5 kg dijual dengan kisaran harga Rp.53.000 hingga Rp.54.500 di kantor-kantor Kelurahan. Untuk langkah awal, program ini digulirkan di wilayah Jabodetabek, di mana setiap lokasi mendapatkan jatah 3 hingga 5 ton beras.

Meskipun demikian, realisasi impor beras untuk keperluan umum masih belum mencapai target yang diharapkan. Hingga tanggal 23 Februari 2024, baru sekitar 16,43% dari total kuota impor yang terealisasi. Oleh karena itu, langkah-langkah pemerintah ini diharapkan dapat membantu mengatasi kenaikan harga beras dan menjaga ketersediaan pasokan beras yang memadai bagi masyarakat.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan harga beras dapat tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang bulan puasa Ramadan yang akan segera tiba. Semoga program-program pemerintah ini dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas harga beras dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4232508926941629218

Latest News

12848135643216883582
5003596313931723273