Banjir Bekasi Terparah Seumur Hidup?
Banjir Dahsyat Rendam Bekasi
Foto udara yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa, 4 Maret 2025, memperlihatkan betapa dahsyatnya banjir yang melanda Bekasi. Air bah menyapu permukiman dengan ketinggian bervariasi, bahkan mencapai 2 meter. Ratusan rumah terdampak akibat luapan air yang diduga berasal dari banjir kiriman Bogor.
Kampung Lebak Paling Parah
Salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak adalah Kampung Lebak, Teluk Pucung, Bekasi Utara. Warga panik saat air terus meninggi lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tika, salah satu warga, mengaku banjir kali ini jauh lebih tinggi dibandingkan banjir tahun 2020. “Dulu paling 150 cm, sekarang sudah 200 cm lebih. Ini lebih parah!” ungkapnya.
Muji, warga lainnya, mengaku terkejut melihat betapa ganasnya banjir kali ini. Menurutnya, pada 2020 ketinggian air berkisar antara 100 hingga 150 cm, tetapi sekarang air bisa mencapai 2 meter. “Air mulai naik sekitar jam 2 dini hari, dan puncaknya sekitar jam 6 pagi. Nggak nyangka bakal separah ini,” keluhnya.
Ratusan Rumah Terdampak, Warga Mengungsi
Ketua RT 6 RW 2 Kampung Lebak, Pungut, mengonfirmasi bahwa ratusan rumah tenggelam akibat banjir ini. “Total ada 245 rumah yang kena, 92 di RT 6 dan 153 di RT 7. Ketinggian air beda-beda, tapi yang jelas makin tinggi dibanding sebelumnya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa banjir ini berasal dari luapan Sungai Ciliwung yang membawa air kiriman dari Bogor. Warga pun tak punya banyak pilihan selain mengungsi ke tempat yang lebih aman. Banyak yang bertahan di pinggir jalan, lantai dua musala, atau lantai atas rumah mereka.
Harapan Warga untuk Bantuan
Warga yang terdampak berharap bantuan segera datang. Mereka membutuhkan makanan, air bersih, serta perlengkapan dasar lainnya untuk bertahan. “Semoga pemerintah cepat tanggap, soalnya ini lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya. Kita butuh bantuan secepatnya!” harap salah satu warga
Banjir Bekasi kali ini menjadi alarm bagi semua pihak agar lebih siap menghadapi bencana serupa di masa depan. Akankah ada solusi nyata untuk mengatasi banjir tahunan ini? Kita tunggu langkah selanjutnya dari pemerintah dan pihak terkait.



Tinggalkan Balasan