Industri Dalam Negeri Berpotensi Tumbuh Saat Rupiah Melemah

16 April 2024 08:20 WIB
Manufaktur saat rupiah melemah

Anomali.id – Peningkatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah telah menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Dilansir dari CNBCnews dalam wawancara eksklusif dengan Fajar Budiono, Sekjen Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS), dan Andry Satrio Nugroho , Head of Center of Industry, Trade and Investment at INDEF, terungkap beberapa aspek penting terkait dampaknya pada sektor industri dalam negeri.

Menurut Fajar Budiono, kondisi ini memberikan peluang bagi industri dalam negeri untuk lebih mandiri dalam pasokan bahan baku. Dengan 50% kebutuhan bahan baku masih bergantung pada impor, peluang untuk investasi dalam produksi lokal menjadi semakin terbuka lebar. Selain itu, kenaikan nilai dolar juga mendorong kepercayaan diri dalam memasok pasar lokal, karena barang lokal dapat disediakan dengan cepat dan tepat waktu, tidak seperti barang impor yang membutuhkan waktu pengiriman yang lebih lama.

Baca juga: Prediksi Pertandingan Barcelona vs PSG Liga Champions

Namun, dampaknya tidak hanya terasa pada industri hulu seperti plastik, tetapi juga pada sektor hulu lainnya seperti tekstil. Andry Satrio Nugroho menjelaskan bahwa sebagian besar kebutuhan bahan baku dalam industri tekstil masih diimpor, bahkan mencapai 90%. Kondisi pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi memberikan dampak yang cukup besar terhadap biaya produksi tekstil dan pakaian, yang akhirnya akan mempengaruhi harga jual produk di pasaran.

Selain itu, kelemahan nilai tukar juga berdampak pada investasi industri, terutama dalam pengadaan barang modal. Meskipun terjadi peningkatan pembelian barang modal dalam beberapa bulan terakhir, namun kemungkinan kenaikan harga akibat pelemahan nilai tukar dapat menjadi hambatan bagi pertumbuhan industri dalam jangka panjang.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan seperti Permendag 36 tahun 2024 yang bertujuan untuk mengontrol impor bahan baku. Meskipun belum optimal, kebijakan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri lokal dengan mengurangi ketergantungan pada impor. Bapak Fajar menyambut baik langkah ini, namun juga menyoroti perlunya pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas kebijakan tersebut.

Baca juga : Israel Mengancam Tindakan Balasan Terhadap Iran

Dalam konteks transisi pemerintahan baru, diharapkan stabilitas politik dan kebijakan yang kondusif dapat mempertahankan iklim usaha yang kondusif bagi pertumbuhan industri dalam negeri. Dengan demikian, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 dapat mencapai target yang diharapkan. Jangan ketinggalan perkembangan terbaru! Ikuti update berita terkini di anomali.id ! Dapatkan informasi terpercaya dan terbaru setiap hari.

2 thoughts on “Industri Dalam Negeri Berpotensi Tumbuh Saat Rupiah Melemah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4232508926941629218

Latest News

12848135643216883582
5003596313931723273