Anomali.id – Indonesia sambut kedatangan bos perusahaan buah apel, alias Apple. Kehadiran Apple, terutama ponsel iPhone, sangat digemari di Indonesia karena dianggap sebagai simbol naiknya kelas sosial atau karena nyaman dengan kecanggihan fitur dan teknologinya.
Chief Executive Officer (CEO) Apple, Tim Cook, bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu 17 April 2024. Pertemuan ini berfokus pada eksplorasi rencana strategis termasuk peluang ekspansi Apple di Indonesia. Presiden Jokowi menyampaikan keinginannya agar Apple dapat mendirikan pabrik di Indonesia serta membentuk pusat inovasi bersama universitas potensial di Indonesia untuk pengembangan sumber daya manusia.
Baca juga : Negara – Negara Arab Pro Palestina? Atau Pro Israel?
Tim Cook menyatakan bahwa keinginan Presiden Jokowi akan dipertimbangkan dalam perusahaan. Cook juga menyatakan kebahagiannya berada di Indonesia, menyukai nuansa budaya dan semangat pemuda, serta dinamisme lingkungan lokal. Dia menekankan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi Apple dan menjelaskan mengapa perusahaan memutuskan untuk berinvestasi di sini.
Meskipun Apple tidak memiliki fasilitas manufaktur di Indonesia, sejak tahun 2018 Apple telah mendirikan Akademi Pengembang Aplikasi Apple (Apple Developer Academy) di empat kota di Indonesia, dengan total nilai investasi sebesar Rp1,6 triliun. Pada 17 April lalu, Tim Cook juga berkunjung ke salah satu Apple Developer Academy di Tangerang Selatan, bertemu dengan peserta dan konten kreatif dari Indonesia.
Apple Developer Academy adalah bootcamp dan penyedia beasiswa di Indonesia yang memfasilitasi peserta untuk menjadi pengembang aplikasi berkelas dunia. Program ini telah mencetak lebih dari 2.000 calon pengembang aplikasi, di mana 90% lulusannya telah mendapatkan pekerjaan di berbagai sektor.
Berikutnya, para menteri Kabinet Indonesia Maju memberikan tanggapannya terkait rencana investasi dan harapan kolaborasi dengan Apple di masa depan. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa Indonesia merupakan pasar potensial bagi Apple, dengan 85% handphone impor yang masuk ke Indonesia merupakan produk Apple.
Agus menyampaikan harapannya agar Apple dapat memperluas kehadirannya di Indonesia melalui pembangunan pabrik, serta meningkatkan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia. Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arief Ariadi, juga menyambut positif kehadiran Apple di Indonesia, meskipun pembangunan pabrik masih dalam tahap diskusi.
Kehadiran Apple di Indonesia memiliki potensi nilai tambah, penyerapan tenaga kerja lokal, transfer teknologi, peningkatan efisiensi industri, dan stabilitas nilai tukar Rupiah. Namun, investasi ini juga memerlukan isu-isu lingkungan dan kebijakan ekspor-impor yang stabil.
Baca juga: Erupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara
Selain itu, kebijakan Apple untuk meningkatkan produksi di luar China, termasuk investasi di Vietnam, menunjukkan strategi diversifikasi rantai pasokan untuk mengurangi ketergantungan dengan China. Meskipun Apple telah melakukan PHK massal di Amerika Serikat, perusahaan ini tetap menunjukkan komitmen untuk memacu kembali pertumbuhan pasarnya secara global.
Dengan Indonesia yang ingin bersaing sebagai destinasi investasi besar, pemerintah harus memperbaiki iklim investasinya untuk menarik perusahaan-perusahaan besar seperti Apple. Hal ini termasuk masalah lingkungan dan kepastian kebijakan ekspor-impor yang konsisten.
Jangan ketinggalan perkembangan terbaru! Ikuti update berita terkini di anomali.id ! Dapatkan informasi terpercaya dan terbaru setiap hari.
2 thoughts on “Eksplorasi Ekspansi Apple di Indonesia”